Analytical hierarchy Process

16 Jan
  1. Pengertian AHP

Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif.  Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan  sistematis.

Kelebihan dan Kelemahan AHP

Layaknya sebuah metode analisis, AHP pun memiliki kelebihan dan kelemahan dalam system analisisnya. Kelebihan-kelebihan analsis ini adalah :

  • Kesatuan (Unity)

AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.

  • Kompleksitas (Complexity), AHP memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif.
  • Saling ketergantungan (Inter Dependence)

AHP dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier.

  • Struktur Hirarki (Hierarchy Structuring)

AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen yang serupa.

  • Pengukuran (Measurement)

AHP menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan prioritas.

  • Konsistensi (Consistency)

AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang  digunakan untuk menentukan prioritas.

  • Sintesis (Synthesis)

AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masing-masing alternatif.

  • Trade Off

AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.

  • Penilaian dan Konsensus (Judgement and Consensus)

AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda.

  • Pengulangan Proses (Process Repetition)

AHP mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan.

Sedangkan kelemahan metode AHP adalah sebagai berikut:

  • Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Input utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru.
  • Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk

Aplikasi AHP

Beberapa contoh aplikasi AHP adalah sebagai berikut:

  1. Membuat suatu set alternatif;
  2. Perencanaan
  3. Menentukan prioritas;
  4. Memilih kebijakan terbaik setelah menemukan satu set alternatif;
  5. Alokasi sumber daya
  6. Menentukan kebutuhan/persyaratan;
  7. Memprediksi outcome;
  8. Merancang sistem;
  9. Mengukur performa;
  10. Memastikan stabilitas sistem;
  11. Optimasi;
  12. Penyelesaian konflik

Implementasi AHP

  1. Menentukan Tujuan (Objective)
  2. Mendefinisikan kriteria
  3. Mencari alternative Solusi

1

Contoh Dari AHP

Pemilihan Televisi

2

Tahap pertama AHP pemilihan Televisi adalah membuat rangking kriteria pemilihan televise yang di inginkan yaitu sebagai berikut

  1. Harga Televisi 4X lebih penting dari Kualitas
  2. Harga Televisi 3x lebih penting dari Ukuran
  3. Ukuran Tevisi 2x lebih penting dari Kualitas

Setelah itu maka kita akan melakukan tahap 1 AHP membuat Matrix kriteria

3.0

3

4

Jadi Rangking Kriterianya adalah

  1. Harga
  2. Ukuran
  3. Kualitas

Tahap II AHP adalah mencari Mencari dan mendapat informasi dari masing masing alternative berdasarkan kriteria dan membentuk matriknya sebagai berikut:

Harga

  1. Harga televise A 3x lebih murah dari Harga Televisi C.
  2. Harga televise A 2x lebih murah dari Harga Televisi B.
  3. Harga Televisi B 2/3 x lebih murah dari Harga Televisi C

5

Ukuran

  1. Televisi B ukuranya 3x televisi A
  2. Televisi C ukuranya 2X televisi A
  3. Televisi B ukuranya 2/3x televise C

6

Kualitas

  1. Kualitas A 3x lebih bagus dari C
  2. Kualitas A 4x lebih bagus dari B
  3. Kualitas C 2x lebih bagus dari B

7

8

Selanjutnya kita akan mengitung rangking alternative dengan eigen vector yang sudah dihitung dengan rumus sebagai berikut.

9

setelah kita melakukan semua perhitungan maka Rangking Pilihan Alternatif TV yang dapat Kita beli adalah sebagai berikut:

  1. Televisi A
  2. Televisi C
  3. Televisi B

Referensi

http://aldi_tob_2000.staff.gunadarma.ac.id/

http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: